Hi there, hello there!
What I’ve done before?!
Waktu terus berjalan tanpa pernah kita bisa menghentikannya atau memperlambat barang satu per semili detik. Dimensi keempat dalam teori relativitas ini bukanlah cahaya yang walaupun dalam postulatnya Einstein menyatakan bahwa kecepatan cahaya itu konstan untuk semua kerangka inertial (CMIIW), tetapi ketika mendekati suhu nol mutlak, cahaya pun masih bisa melambat, tapi tidak dengan waktu.
Minggu pertama kuliah gw disibukkan dengan persiapan DP2Q. Menghubungi banyak ustadz untuk jadi pembicara dan sering mendapat jawaban, “maaf ane udah ada acara untuk tanggal segitu”.
Alhamdulillah, DP2Q sudah usai dengan menyisakan sebuah momen remarkable di akhir. Tinggal menunggu kapan evaluasi akan diadakan.
Saat menjadi panitia tentu berbeda dengan saat kita menjadi peserta. Terlalu banyak kenangan yang dapat diceritakan untuk sekedar ditangisi, ditertawai, bahkan direnungi.
Minggu kedua kuliah diisi dengan perjuangan untuk menyelesaikan proposal hibah penelitian. Gw harus berterima kasih kepada Pak Mikrajudin,karena beliau telah memaksa mahasiswanya untuk membuat sebuah proposal penelitian. Maksud dari memaksa adalah, jika mahasiswa yang mengambil kuliah Studi Literatur Fisika tidak ikut serta dalam lomba penulisan proposal ilmiah yang diadakan oleh FMIPA ITB, maka otomatis dia tidak lulus mata kuliah tersebut…
FYI : Minat atau kemampuan orang Indonesia dalam menulis itu bisa dibilang masih sangat kurang. Terutama dalam masalah publikasi ilmiah di jurnal-jurnal ilmiah baik nasional atau internasional. Bayangkan saja, yang terbaik se-Indonesia yaitu ITB saja dalam kurun 2000-2009 hanya terdapat 1400 publikasi ilmiah. Ini merupakan jumlah terbanayak untuk perguruan tinggi di Indonesia. Bandingkan dengan negara tetangga, ga usah jauh-jauh liat ke MIT, di NUS saja konon dalam kurun waktu yang sama sudah ada 60.000 publikasi ilmiah!!!
Lebih mencengangkan lagi, konon ada seorang dosen dari Malaysia yang dalam setahun bisa menghasilkan 100an publikasi ilmiah…!!! Dan kalau dibandingkan dengan total publikasi ilmiah yang dibuat dosen-dosen ITB hampir menyamai jumlah tersebut. Sebuah fakta yang menyedihkan.
Dan atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan disertai oleh keinginan luhur… Proposal penelitian dapat gw rampungkan.
Eits, tapi proposal ini ga gw kerjakan sendirian, hal ini dapat tercapai berkat kontribusi Sandi M. Solihin, M. Fauzi Sahdan, Rudi Rahardian, dan Diana Meisya Fitri. Bisa dibilang gw cuma numpang nama jadi ketua tim peneliti aja.
Penelitian yang kami usulkan juga bisa dibilang di luar frame masyarakat saat ini. Di mana biasanya para peneliti membuat suatu penelitian yang berguna untuk masyarakat banyak, kami malahan membuat sebuah penelitian yang ‘rada freak‘, tapi menurut dosen pembimbing ide ini bisa menjadi ide yang bombastis jika kita kemas dengan baik.
Read the rest of this entry »